Kenapa Sih Mesti Belajar Matematika


Gambar Video











Pentingnya Matematika Dalam Kehidupan Sehari-hari


Gambar
Pasti kamu pernah bertanya, kenapa sih kita mesti belajar matematika? dari mulai kita kecil, SD, SMP, SMA/SMK, bahkan kuliah pun matematika seolah-olah menjadi mata pelajaran yang wajib. Bahkan saat ujian nasional pun matematika termasuk mata pelajaran yang diujikan.
Kadang malah kita berpikir apa ya manfaatnya belajar matematika?
Apakah ada hubungan belajar matematika dalam kehidupan nyata?
Trus belajar integral, differensial, aljabar linier, fungsi kompleks apakah memberikan pengaruh bagi kehidupan kita?
Buat yang penasaran, liat nih beberapa manfaat yang kamu dapet kalo kamu belajar matematika
1. Cara berpikir matematika itu sistematis, melalui urutan-urutan yang teratur dan tertentu. dengan belajar matematika, otak kita terbiasa untuk memecahkan masalah secara sistematis. Sehingga bila diterapkan dalam kehidupan nyata, kita bisa menyelesaikan setiap masalah dengan lebih mudah
2. Cara berpikir matematika itu secara deduktif. Kesimpulan di tarik dari hal-hal yang bersifat umum. bukan dari hal-hal yang bersifat khusus. Sehingga kita menjadi terhindar dengan cara berpikir menarik kesimpulan secara “kebetulan”. Misalnya kita tidak bisa menyatakan kalo “kita tidak boleh lewat jalan A pada hari sabtu, karena jalan tersebut meminta tumbal tiap hari sabtu” hanya karena ada beberapa orang yang kebetulan kecelakaan dan meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu. Kita seharusnya berpikir bahwa orang yang meninggal di jalan tersebut pada hari sabtu bukan karena tumbal. tapi harus dianalisa lagi apakah karena orang tersebut tidak hati-hati, ataukah jalan yang sudaha agak rusak, atau sebab lain yang lebih rasional.
3. Belajar matematika melatih kita menjadi manusia yang lebih teliti, cermat, dan tidak ceroboh dalam bertindak. Bukankah begitu? coba saja. Masih ingatkah teman-teman saat mengerjakan soal-soal matematika? kita harus memperhatikan benar-benar berapa angkanya, berapa digit nol dibelakang koma, bagaimana grafiknya, bagaimana dengan titik potongnya dan lain sebagainya. Jika kita tidak cermat dalam memasukkan angka, melihat grafik atau melakukan perhitungan, tentunya bisa menyebabkan akibat yang fatal. Jawaban soal yang kita peroleh menjadi salah dan kadang berbeda jauh dengan jawaban yang sebenarnya.
4. Belajar matematika juga mengajarkan kita menjadi orang yang sabar dalam menghadapi semua hal dalam hidup ini. Saat kita mengerjakan soal dalam matematika yang penyelesaiannya sangat panjang dan rumit, tentu kita harus bersabar dan tidak cepat putus asa. jika ada langkah yang salah, coba untuk diteliti lagi dari awal. Jangan-jangan ada angka yang salah, jangan-jangan ada perhitungan yang salah. Namun, jika kemudian kita bisa mengerjakan soal tersebut, ingatkah bagaimana rasanya? rasa puas dan bangga.( tentunya jika dikerjakan sendiri, buakn hasil contekan,. he.he.he). begitulah hidup. Kesabaran akan berbuah hasil yang teramat manis.
5. Yang tidak kalah pentingnya, sebenarnya banyak kok penerapan matematika dalam kehidupan nyata. Tentunya dalam dunia ini, menghitung uang, laba dan rugi, masalah pemasaran barang, dalam teknik, bahkan hampir semua ilmu di dunia ini pasti menyentuh yang namanya matematika.
Maka sering kali kita mendengar bahwa matematika itu sulit, padahal kesulitan itu bisa diatasi apabila didukung dengan banyaknya latihan dirumah, mungkin bukan hanya matematika saja yang perlu latihan di rumah pada pelajaran lain pun sama. Menurut Robert K. Cooper dan Ayman Sawaf, membuat satu konsep bahwa “Kecerdasan emosional” dianggap akan dapat membantu siswa dalam mengatasi hambatan-hambatan psikologis yang ditemuinya dalam belajar. Menurutnya kecerdasan emosional adalah “Kemampuan merasakan, memahami dan secara eefktif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, koneksi, dan pengaruh manusiawi”.
Kecerdasan emosional yang dimiliki siswa sangat berpengaruh terhadap hasil belajar, karena emosi memancing tindakan seorang terhadap apa yang dihadapinya.
Pembelajaran matematika merupakan pengembangan pikiran yang rasional bagaimana kita dapat mereflesikan dalam kehidupan sehari-hari. Dari alasan tersebut penulis tertarik untuk meneliti tentang pengaruh kecerdasan emosional siswa terhadap prestasi hasil belajar matematik.
Matematika dalam pengembangan SDM.
Secara umum, matematika juga berperan dalam pengembangan sumber daya manusia. Secara lebih umum, untuk mengoptimalkan SDM perlu adanya manajemen sumber daya manusia. Setelah disadari bahwa sumber daya manusia perlu dikaji faktor apa saja dari sumber daya manusia tersebut yang perlu ditingkatkan. Dalam model awal pada kajian di tersebut, karakter yang memegang peran pada SDM diprioritaskan antara lain: cerdas (c), tenggap/responsif (r), cermat/teliti (l) dan taat SOP/disiplin (d). Nampak bahwa karakter sumber daya manusia, misalnya teliti, akan berhubungan dengan cerdas, taat melakukan prosedur perhitungan, dengan diulang-ulang sebanyak iterasi tertentu, tergantung dari proses penyelesaian permasalahan yang dihadapi. Hal ini menunjukkan bahwa di antara faktor-faktor yang ada pada sumber daya manusia masih saling berpengaruh antar yang satu dengan yang lain. Jika pengaruh ini signifikan maka ada kemungkinan model yang dipakai bukan lagi linier. Jadi, bisa disimpulkan bahwa model pengembangan sumber daya manusia dapat berbentuk regresi linier berganda yang akan ditentukan oleh koefisien dari masing-masing faktor yang berupa karakter yang bersangkutan. Makin banyak jenis data yang terkumpul akan diperoleh model yang semakin halus, iterasi yang lebih tinggi.
Dari sisi pelajar, pemahaman tentang manfaat matematika dalam kehidupan sangat berperan penting. Ada pepatah “Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta”. Artinya dalam proses belajar khususnya belajar matematika, siswa harus mengenal dulu apa itu matematika ? bagaimana proses matematika ? untuk apa itu matematika ?. Motivasi tersebut harus diberikan sehingga minat atau kemauan siswa untuk mempelajari matematika muncul, sehingga pada proses belajarnya mereka akan fokus dan dapat menerima dengan baik materi yang dipelajari.
Pendidikan matematika dapat diartikan sebagai proses perubahan baik kognitif, afektif, dan kognitif kearah kedewasaan sesuai dengan kebenaran logika.
Ada beberapa karakteristik matematika, antara lain :
1. Objek yang dipelajari abstrak.
Sebagian besar yang dipelajari dalam matematika adalah angka atau bilangan yang secara nyata tidak ada atau merupakan hasil pemikiran otak manusia.
2. Kebenaranya berdasarkan logika.
Kebenaran dalam matematika adalah kebenaran secara logika bukan empiris. Artinya kebenarannya tidak dapat dibuktikan melalui eksperimen seperti dalam ilmu fisika atau biologi. Contohnya nilai √-2 tidak dapat dibuktikan dengan kalkulator, tetapi secara logika ada jawabannya sehingga bilangan tersebut dinamakan bilangan imajiner (khayal).
3. Pembelajarannya secara bertingkat dan kontinu.
Pemberian atau penyajian materi matematika disesuaikan dengan tingkatan pendidikan dan dilakukan secara terus-menerus. Artinya dalam mempelajari matematika harus secara berulang melalui latihan-latihan soal.
4. Ada keterkaitan antara materi yang satu dengan yang lainnya.
Materi yang akan dipelajari harus memenuhi atau menguasai materi sebelumnya. Contohnya ketika akan mempelajari tentang volume atau isi suatu bangun ruang maka harus menguasai tentang materi luas dan keliling bidang datar.
5. Menggunakan bahasa simbol.
Dalam matematika penyampaian materi menggunakan simbol-simbol yang telah disepakati dan dipahami secara umum. Misalnya penjumlahan menggunakan simbol “+” sehingga tidak terjadi dualisme jawaban.
6. Diaplikasikan dibidang ilmu lain.
Materi matematika banyak digunakan atau diaplikasikan dalam bidang ilmu lain. Misalnya materi fungsi digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mempelajari fungsi permintan dan fungsi penawaran.
Berdasarkan karakteristik tersebut maka matematika merupakan suatu ilmu yang penting dalam kehidupan bahkan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini yang harus ditekankan kepada siswa sebelum mempelajari matematika dan dipahami oleh guru.
Logika sebagai matematika murni
Logika termasuk matematika murni karna matematika adalah logika yang tersistematika. Matematika adalah pendekatan logika kepada metode ilmu ukur yang menggunakan tanda-tanda atau simbol-simbol matematik (logika simbolik).
Selain materi himpunan, ada pembelajaran Matematika realistik yang membantu agar matematika jadi lebih akrab dengan kehidupan.
Materi matematika tentang Himpunan misalnya. Dengan mempelajari Himpunan, diharapkan kemampuan logika akan semakin terasah. Sebaliknya, untuk mempelajari Himpunan secara tidak langsung akan memacu kita agar kita mampu berpikir secara logis.
Logis
Logika seperti apa yang perlu kita asah? berpikir logis yang bagaimana yang di kehidupan kita?
Logika sendiri berasal dari kata Yunani kuno logos yang artinya hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Logika juga sering disebut dengan logike episteme atau ilmu logika yang mempelajari kecakapan untuk berpikir secara lurus, tepat, dan teratur.
Dalam hidup, logika memiliki peran penting. Karena logika berkaitan dengan akal pikir. Banyak kegunaan logika antara lain:
1. Membantu setiap orang yang mempelajari logika untuk berpikir secara rasional, kritis, lurus, tetap, tertib, metodis dan koheren
2. Meningkatkan kemampuan berpikir secara abstrak, cermat, dan objektif
3. Menambah kecerdasan dan meningkatkan kemampuan berpikir secara tajam dan mandiri
4. Memaksa dan mendorong orang untuk berpikir sendiri dengan menggunakan asas-asas sistematis
5. Meningkatkan cinta akan kebenaran dan menghindari kesalahan-kesalahan berpikir, kekeliruan serta kesesatan
6. Mampu melakukan analisis terhadap suatu kejadian
Jadi logika matematika membantu agar matematika jadi lebih akrab dengan kehidupan.



Sumber:
https://choeronisa619.wordpress.com/2013/08/17/pentingnya-matematika-dalam-kehidupan-sehari-hari/

REKAN-REKAN  MAU MENCARI RPP KLIK DISINI




trik belajar matematika di klik DISINI
Ainal Mardiah

Posted in

Spread the love

Tentang Saya

ABOUT ME




Ainal Mardiah Lahir di Sigli 5 Juli 1979. Menyelesaikan Pendidikan Dasar di SDN Jurong Mesjid dan SMPN 1 Kembang Tanjung,  Menamatkan SMAN 1 Kembang Tanjung Sigli pada tahun 1997. Menempuh Perguruan Tinggi  pada tahun 1997 di Universitas Unsyiah Banda Aceh , Menyelesaikan kuliah pada tahun 2002
Ainal Mardiah

Posted in

Spread the love

K-13



Kurikulum 2013  Bukan hal baru....




Mau tau lebih lanjut....klik disini
Ainal Mardiah

Posted in

Spread the love

Bangun Ruang





Rumus Menghitung Luas dan Volume Limas

Update Thursday, September 5, 2013 at 8:41 PM. Dalam topik Rumus Matematika

Rumus Menghitung Luas dan Volume Limas | Limas yang merupakan salah satu bangun ruang yang pastinya sudah kita kenal.Dan pasti telah diajarkan sejak dini ketika kita duduk di bangku SD. Untuk membantu mengingat kembali tentang cara menghitung limas, baca selengkapnya ulasannya berikut ini.
 
Limas adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibatasi oleh alas berbentuk segi-n dan sisi-sisi tegak berbentuk segitiga. Limas memiliki 5 sisi, 8 rusuk dan 5 titik sudut.
Rumus Volume Limas
V = \frac{1}{3}\cdot Luas Alas \cdot t
Rumus Luas Limas
L = jumlah luas sisi-sisinya
Rumus Luas dan Volume Limas diatas masih cukup sederhana, sehingga dirasa sobat semua tidak akan menemui kesulitan. Karena bangun ruang cukup banyak jenisnya.
Ainal Mardiah

Posted in

Spread the love

materi pembelajaran kurikulum 2013

Model Pembelajaran Matematika SMP Kurikulum 2013 Pada Materi Pola Bilangan



 

Macam -macam Pola Bilangan

 

Sumber: http://www.slideshare.net/Ziiaaisy/menemukan-pola-bilangan-merupakan-latihan-yang-dapat-meningkatkan-kemampuan-dalam-memberikan-penalaran-secara-induktif

 

 

 

 

 

Ainal Mardiah

Posted in

Spread the love

video mat


Ainal Mardiah

Posted in

Spread the love

CARCEP MATEMATIKA





 BELAJAR MATEMATIKA ITU MUDAH....!!!






Cara Cepat Belajar Matematika:
  1. Luruskan Niat
  2. Selalu menggunakan Cara yang Menyenangkan
  3. Gunakan Simbol
  4. Jabarkan dalam bentuk cerita
  5. Selalu menggunakan Logika berfikir
  6. Kenali, lalu Cintai Matematika
  7. Banyak latihan dan belajar
  8. Tiada kata" Aku Tak Bisa " dan " putus asa "
  9. Sabar
  10. Berdoa



Cara Cepat Belajar Matematika


    Tidak bisa dipungkiri bahwa matematika adalah salah satu ilmu pengetahuan yang banyak memiliki manfaat dalam kehidupan manusia. Tanpa disadari, banyak sekali bagian dari hidup kita yang berkaitan dengan matematika. Namun sayangnya, tidak sedikit dari kita yang menganggap bahwa matematika merupakan pelajaran yang menakutkan. Padahal bila kita mengenal matematika dengan baik, maka kita juga akan bisa 'bersahabat' dengan matemtika. Salah satu cara kita menyukai matematika adalah dengan mengetahui cara cepat belajar matematika. 
Berikut ini adalah cara cepat belajar matematika:
# Selalu menggunakan logika berfikir
Matematika tidak hanya membutuhkan kemampuan berhitung karena bila hanya berhitung saja, maka kita bisa dengan mudah menggunakan alat bantu seperti kalkulator. Yang paling penting dalam belajar matematika adalah logika berfikir. Oleh karena itu dibutuhkan pemahaman yang benar tentang matematika
# Selalu menggunakan cara yang menyenangkan
Siapapun akan setuju bahwa mempelajari sesuatu dengan hati yang senang akan bisa dengan mudah memahami hal tersebut. Begitu juga dengan matematika. Serumit apapun soal matematika, bila kita mempelajarinya dengan senang ataupun menggunakan cara yang menyenangkan, maka kita bisa dengan cepat menguasainya
# Gunakan simbol 
Mengapa harus menggunakan simbol? karena matematika pada dasarnya bersifat abstrak (tidak nyata). Oleh karena itu, supaya kita tidak kesulitan dalam belajar matematika, kita harus bisa memegang, merasakan, serta melihat sehingga kita harus bisa mewujudkan dalam bentuk nyata supaya kita bisa dengan mudah memahami matematika
# Jabarkan dalam bentuk cerita
Sebuah soal matematika yang sangat rumit dan sulit, akan bisa terlihat mudah untuk dipecahkan bila diuraikan dalam bentuk cerita. Ini berhubungan dengan penggunaan logika berfikir. Oleh karena itu, bila kita telah terbiasa menggunakan logika berfikir dalam memecahkan soalmatematika, maka kita tidak akan menemui kesukitan bila kita menjumpai sebuah soal matematika dalam bentuk cerita 











Ainal Mardiah

Posted in

Spread the love

RPP


RPP (RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN)
Sekolah                                    : SMP Negeri
Mata Pelajaran                         : Matematika
Kelas/ Semester                       : VII/ Ganjil
Materi Pokok                           : Bilangan
Alokasi Waktu                         :

 







A.    Kompetensi Inti (KI)
1.      Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2.      Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
3.      Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/ teori

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
1.1   Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2.1  Menunjukkan sikap logis, kritis, analitik, konsisten dan teliti, bertanggung jawab, responsif, dan tidak mudah menyerah dalam memecahkan masalah.
2.2  Memiliki rasa ingin tahu, percaya diri, dan ketertarikan pada matematika serta memiliki rasa percaya pada daya dan kegunaan matematika, yang terbentuk melalui pengalaman belajar.
3.1  Membandingkan dan mengurutkan beberapa bilangan bulat dan pecahan serta menerapkan operasi hitung bilangan bulat dan bilangan pecahan dengan memanfaatkan berbagai sifat operasi
3.1.1        Menjelaskan pengertian bilangan bulat dan contohnya
3.1.2        Menghitung penjumlahan bilangan bulat
3.1.3        Menghitung pengurangan bilangan bulat
3.1.4        Menghitung perkalian bilangan bulat
3.1.5        Menghitung pembagian bilangan bulat
3.1.6        Menentukan KPK dari beberapa bilangan
3.1.7        Menentukan FPB dari beberapa bilangan
3.1.8        Menghitung perpangkatan bilangan bulat
3.1.9        Menganalisis pola bilangan bulat
3.1.10    Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan
3.1.11    Menghitung penjumlahan bilangan pecahan biasa
3.1.12    Menghitung pengurangan bilangan pecahan biasa
3.1.13    Menghitung perkalian bilangan pecahan biasa
3.1.14    Menghitung pembagian bilangan pecahan biasa
3.1.15    Menghitung penjumlahan bilangan pecahan campuran
3.1.16    Menghitung pengurangan bilangan pecahan campuran
3.1.17    Menghitung perkalian bilangan pecahan campuran
3.1.18    Menghitung pembagian bilangan pecahan campuran
3.1.19    Menghitung penjumlahan bilangan pecahan desimal
3.1.20    Menghitung pengurangan bilangan pecahan desimal
3.1.21    Menghitung perkalian bilangan pecahan desimal
3.1.22    Menghitung pembagian bilangan pecahan desimal
3.1.23    Menentukan bentuk persen dan desimal dari suatu pecahan dan sebaliknya
3.1.24    Menentukan bentuk permil dan desimal dari suatu pecahan dan sebaliknya

4.1  Menggunakan pola dan generalisasi untuk menyelesaikan masalah
4.1.1        Menentukan operasi hitung campuran pada bilangan bulat
4.1.2        Menyusun pola bilangan bulat
4.1.3        Menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan bilangan
4.1.4        Mengubah pecahan desimal ke pecahan biasa
C.     Tujuan Pembelajaran
Siswa dapat:
3.1.1.1     Menyebutkan pengertian dan contoh bilangan bulat
3.1.1.2     Menghitung penjumlahan bilangan bulat
3.1.1.3     Menghitung pengurangan bilangan bulat
3.1.1.4     Menghitung perkalian bilangan bulat
3.1.1.5     Menghitung pembagian bilangan bulat
3.1.1.6     Menentukan KPK dari beberapa bilangan
3.1.1.7     Menentukan FPB dari beberapa bilangan
3.1.1.8     Menghitung perpangkatan bilangan bulat
3.1.1.9     Menganalisis pola bilangan bulat
3.1.1.10 Memberikan contoh berbagai bentuk dan jenis bilangan pecahan
3.1.1.11 Menghitung penjumlahan bilangan pecahan biasa
3.1.1.12 Menghitung pengurangan bilangan pecahan biasa
3.1.1.13 Menghitung perkalian bilangan pecahan biasa
3.1.1.14 Menghitung pembagian bilangan pecahan biasa
3.1.1.15 Menghitung penjumlahan bilangan pecahan campuran
3.1.1.16 Menghitung pengurangan bilangan pecahan campuran
3.1.1.17 Menghitung perkalian bilangan pecahan campuran
3.1.1.18 Menghitung pembagian bilangan pecahan campuran
3.1.1.19 Menghitung penjumlahan bilangan pecahan desimal
3.1.1.20 Menghitung pengurangan bilangan pecahan desimal
3.1.1.21 Menghitung perkalian bilangan pecahan desimal
3.1.1.22 Menghitung pembagian bilangan pecahan desimal
3.1.1.23 Menentukan bentuk persen dan desimal dari suatu pecahan dan sebaliknya
3.1.1.24 Menentukan bentuk permil dan desimal dari suatu pecahan dan sebaliknya
4.1.1.1     Menentukan operasi hitung campuran bilangan bulat
4.1.1.2     Menyusun pola bilangan bulat
4.1.1.3     Menyelesaikan model matematika dari masalah nyata yang berkaitan dengan   bilangan
4.1.1.4     Mengubah bilangan desimal ke pecahan biasa
D.    Materi Pembelajaran
a.       Bilangan Bulat Positif dan negatif
v  Bilangan bulat positif
v  Bilangan bulat negatif
b.      KPK dan FPB
c.       Perpangkatan Bilangan Bulat
d.      Pola Bilangan Bulat
e.    Bilangan Pecah
v  Pecahan biasa
v  Pecahan Campuran
v  Pecahan desimal
v  Persen dan permil

E.     Metode Pembelajaran
Pendekatan           : Saintifik
Model                    :
-         Pertemuan I                 : cooperatif learning jigsaw
-         Pertemuan II               : students teams achievement divisions (STAD)
-         Pertemuan III              : numbered head together
-         Pertemuan IV              : cooperatif learning jigsaw
-         Pertemuan V               : cooperatif learning jigsaw
-         Pertemuan VI              : cooperatif learning jigsaw
-         Pertemuan VII                        : make a - match

F.      Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1.      Media                          : Slide, gambar, video
2.      Alat/Bahan                  : penggaris
3.      Sumber Belajar            : Buku Siswa Matematika Kemendikbud tahun 2013
  www.crayonpedia.org (bilangan pecahan) didownload tanggal 29 September 2013

G.    Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
1.      Pertemuan Kesatu (3.1.1, 3.1.2, 3.1.3, 3.1.4, 3.1.5) waktu: 1 x 3 JP
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penda-huluan
1.      Guru mengecek kesiapan belajar siswa;
2.      Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran tentang bilangan bulat dan operasi hitungnya;
3.      Guru menginformasikan strategi pembelajaran yang menggunakan model cooperatif learning tipe jigsaw;
4.      Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab.
6menit
Inti
1.    Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan (ilustrasi);
2.    Siswa menganalisis, menalar,  mencoba dan menyimpulkan pengertian dari bilangan berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan;
3.    Guru membagi topik dalam beberapa bagian (sub topik);
4.    Membentuk kelompok asli, Membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4 orang per kelompok. Menugaskan setiap siswa dalam kelompok asli untuk mempelajari satu sub topik pelajaran. Memberi siswa waktu untuk mempelajari apa yang menjadi bagiannya;
5.    Membentuk kelompok ahli sementara, yaitu siswa yang memiliki bagian sub topik yang sama membentuk kelompok ahli;
Pada tahap ini diberi waktu kepada kelompok ahli ini untuk mendiskusikan konsep-konsep utama yang ada dalam topik bagiannya  dan berlatih menyajikan topik yang dipelajari tersebut kepada temannya dalam kelompok asli.
6.      Meminta siswa (tim ahli) kembali ke kelompok asli untuk mempresentasikan topik hasil diskusi dari kelompok ahli secara bergantian kepada anggota kelompok asli. Siswa lain diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sebagai klarifikasi. Guru mengelilingi satu kelompok ke kelompok lain untuk mengamati proses;
102menit
Penutup
1.      Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang bilangan bulat dan operasi hitung bilangan bulat;
2.      Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.      Guru memberi tugas individu;
4.      Guru memberi tugas mandiri;
5.      Guru menginformasikan pembelajaran selanjutnya;
6.      Guru memberi pesan moral.
12menit

2.      Pertemuan Kedua (3.1.6, 3.1.7) waktu: 1 x 2 JP
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penda-huluan
1.      Guru mengecek kesiapan belajar siswa;
2.      Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran tentang KPK dan FPB dari beberapa bilangan ;
3.      Guru menginformasikan strategi pembelajaran yang menggunakan model student teams-achievement divisions (STAD);
4.      Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab.
5menit
Inti
1.   Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan kelipatan bilangan (ilustrasi);
2.    Siswa menganalisis, menalar,  mencoba dan menyimpulkan pengertian dari bilangan berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan kelipatan bilangan;
3.    Guru membagi topik dalam beberapa bagian (sub topik);
4.    Membentuk kelompok-kelompok yang terdiri atas 4 orang per kelompok;
5.    Guru memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti;
6.    Tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya.
68menit
Penutup
1.      Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang KPK dan FPB;
2.      Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.      Guru memberi tugas individu;
4.      Guru memberi tugas mandiri;
5.      Guru menginformasikan pembelajaran selanjutnya;
6.      Guru memberi pesan moral.
7menit

3.      Pertemuan Ketiga (3.1.8, 3.1.9) waktu: 1 x 3 JP
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penda-huluan
1.      Guru mengecek kesiapan belajar siswa;
2.      Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran tentang perpangkatan dan pola bilangan bulat ;
3.      Guru menginformasikan strategi pembelajaran yang menggunakan model numbered head together (NHT);
4.      Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab.
6menit
Inti
1.      Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan perpangkatan dan pola bilangan bulat (ilustrasi);
2.    Siswa menganalisis, menalar,  mencoba dan menyimpulkan pengertian dari bilangan berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan perpangkatan dan pola bilangan bulat ;
3.    Membentuk kelompok-kelompok yang terdiri atas 4 orang per kelompok. Guru memberi nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama kelompok yang berbeda.
4.    Guru membagikan LKS kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa berpikir untuk meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau pertanyaan yang telah diberikan oleh;
5.    Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka;
6.    Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain.
102menit
Penutup
1.      Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang perpangkatan dan pola bilangan bulat;
2.      Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.      Guru memberi tugas individu;
4.      Guru memberi tugas mandiri;
5.      Guru menginformasikan pembelajaran selanjutnya;
6.      Guru memberi pesan moral.
12menit

4.      Pertemuan keempat (3.1.10, 3.1.11, 3.1.12, 3.1.13, 3.1.14) waktu: 2 x 2JP
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penda-huluan
1.      Guru mengecek kesiapan belajar siswa;
2.      Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran tentang bilangan pecahan biasa dan operasi hitungnya;
3.      Guru menginformasikan strategi pembelajaran yang menggunakan model cooperatif learning tipe jigsaw;
4.      Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab.
10menit
Inti
1.      Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan pecahan biasa (ilustrasi);
2.    Siswa menganalisis, menalar,  mencoba dan menyimpulkan pengertian dari bilangan berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan pecahan biasa;
3.    Guru membagi topik dalam beberapa bagian (sub topik);
4.    Membentuk kelompok asli, Membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4 orang per kelompok. Menugaskan setiap siswa dalam kelompok asli untuk mempelajari satu sub topik pelajaran. Memberi siswa waktu untuk mempelajari apa yang menjadi bagiannya;
5.    Membentuk kelompok ahli sementara, yaitu siswa yang memiliki bagian sub topik yang sama membentuk kelompok ahli;
Pada tahap ini diberi waktu kepada kelompok ahli ini untuk mendiskusikan konsep-konsep utama yang ada dalam topik bagiannya  dan berlatih menyajikan topik yang dipelajari tersebut kepada temannya dalam kelompok asli.
6.      Meminta siswa (tim ahli) kembali ke kelompok asli untuk mempresentasikan topik hasil diskusi dari kelompok ahli secara bergantian kepada anggota kelompok asli. Siswa lain diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sebagai klarifikasi. Guru mengelilingi satu kelompok ke kelompok lain untuk mengamati proses;
136menit
Penutup
1.      Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang bilangan pecahan biasa dan operasi hitungnya;
2.      Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.      Guru memberi tugas individu;
4.      Guru memberi tugas mandiri;
5.      Guru menginformasikan pembelajaran selanjutnya;
6.      Guru memberi pesan moral.
14menit

5.      Pertemuan Kelima (3.1.15, 3.1.16, 3.1.17, 3.1.18) waktu : 1 x 3JP
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penda-huluan
1.      Guru mengecek kesiapan belajar siswa;
2.      Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran tentang bilangan pecahan campuran dan operasi hitungnya;
3.      Guru menginformasikan strategi pembelajaran yang menggunakan model cooperatif learning tipe jigsaw;
4.      Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab.
6menit
Inti
1.      Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan pecahan campuran (ilustrasi);
2.       Siswa menganalisis, menalar,  mencoba dan menyimpulkan pengertian dari bilangan berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan pecahan campuran;
3.       Guru membagi topik dalam beberapa bagian (sub topik);
4.       Membentuk kelompok asli, Membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4 orang per kelompok. Menugaskan setiap siswa dalam kelompok asli untuk mempelajari satu sub topik pelajaran. Memberi siswa waktu untuk mempelajari apa yang menjadi bagiannya;
5.       Membentuk kelompok ahli sementara, yaitu siswa yang memiliki bagian sub topik yang sama membentuk kelompok ahli;
      Pada tahap ini diberi waktu kepada kelompok ahli ini untuk mendiskusikan konsep-konsep utama yang ada dalam topik bagiannya  dan berlatih menyajikan topik yang dipelajari tersebut kepada temannya dalam kelompok asli.
6.       Meminta siswa (tim ahli) kembali ke kelompok asli untuk mempresentasikan topik hasil diskusi dari kelompok ahli secara bergantian kepada anggota kelompok asli. Siswa lain diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sebagai klarifikasi. Guru mengelilingi satu kelompok ke kelompok lain untuk mengamati proses;
102menit
Penutup
1.      Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang bilangan pecahan campuran dan operasi hitungnya;
2.      Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.      Guru memberi tugas individu;
4.      Guru memberi tugas mandiri;
5.      Guru menginformasikan pembelajaran selanjutnya;
6.      Guru memberi pesan moral.
12menit

6.      Pertemuan Keenam (3.1.19, 3.1.20, 3.1.21, 3.1.22) waktu: 1 x 2JP
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penda-huluan
1.      Guru mengecek kesiapan belajar siswa;
2.      Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran tentang bilangan pecahan desimal dan operasi hitungnya;
3.      Guru menginformasikan strategi pembelajaran yang menggunakan model cooperatif learning tipe jigsaw;
4.      Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab.
5menit
Inti
1.      Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan pecahan desimal (ilustrasi);
2.      Siswa menganalisis, menalar,  mencoba dan menyimpulkan pengertian dari bilangan berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan pecahan desimal;
3.      Guru membagi topik dalam beberapa bagian (sub topik);
4.      Membentuk kelompok asli, Membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok yang terdiri atas 4 orang per kelompok. Menugaskan setiap siswa dalam kelompok asli untuk mempelajari satu sub topik pelajaran. Memberi siswa waktu untuk mempelajari apa yang menjadi bagiannya;
5.      Membentuk kelompok ahli sementara, yaitu siswa yang memiliki bagian sub topik yang sama membentuk kelompok ahli;
      Pada tahap ini diberi waktu kepada kelompok ahli ini untuk mendiskusikan konsep-konsep utama yang ada dalam topik bagiannya  dan berlatih menyajikan topik yang dipelajari tersebut kepada temannya dalam kelompok asli.
6.      Meminta siswa (tim ahli) kembali ke kelompok asli untuk mempresentasikan topik hasil diskusi dari kelompok ahli secara bergantian kepada anggota kelompok asli. Siswa lain diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan sebagai klarifikasi. Guru mengelilingi satu kelompok ke kelompok lain untuk mengamati proses.
68menit
Penutup
1.      Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang bilangan pecahan desimal dan operasi hitungnya;
2.      Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.      Guru memberi tugas individu;
4.      Guru memberi tugas mandiri;
5.      Guru menginformasikan pembelajaran selanjutnya;
6.      Guru memberi pesan moral.
7menit

7.      Pertemuan Ketujuh (3.1.23, 3.1.24) waktu : 1 x 3 JP
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Penda-huluan
1.   Guru mengecek kesiapan belajar siswa;
2.   Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran tentang bilangan persen dan permil ;
3.   Guru menginformasikan strategi pembelajaran yang menggunakan model make a - match;
4.   Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa dengan tanya jawab.
6menit
Inti
1.   Siswa mengamati, mencermati dan menjawab pertanyaan terkait contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan persen dan permil (ilustrasi);
2.    Siswa menganalisis, menalar,  mencoba dan menyimpulkan pengertian dari bilangan berdasarkan hasil pengamatan dan tanya-jawab pada sajian contoh peristiwa sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan persen dan permil;
3.    Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban;
4.    Setiap siswa mendapat satu buah kartu;
5.    Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang dan mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban);
6.    Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin;
7.    Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya  dan demikian seterusnya.
102menit
Penutup
1.      Siswa dan guru merangkum isi pembelajaran yaitu tentang bilangan persen dan permil;
2.      Siswa melakukan refleksi dengan dipandu oleh Guru;
3.      Guru memberi tugas individu;
4.      Guru memberi tugas mandiri;
5.      Guru menginformasikan pembelajaran selanjutnya;
6.      Guru memberi pesan moral.
12menit

H.    Penilaian
Teknik       : - Tes Tulis + Non Tes (Pengamatan)
Bentuk      : - Kuis (Esay)
à Pertemuan Pertama
Instrumen Tes
Ø  KUIS  (Waktu: maksimal 10 menit)
Petunjuk:
1.   Kerjakan soal berikut secara individu, tidak boleh menyontek dan tidak boleh bekerjasama.
2.   Jawablah soal berikut dengan benar

Soal:
Gambar         mewakili bilangan yang menyatakan banyaknya jeruk yang dibeli Shinta. Jeruk yang dibeli akan dibagi rata kepada 5 orang temannya dan masing-masing temannya mendapatkan 2 buah jeruk.
Hitunglah :
a.               +                                                  f.   -15   + 


b.      5 +                                                       g.           -  (-12)


c.                 -  4                                              h.           +  (-10)


d.         2  x                                                     i.            x 


e.          50  :                                                    j.             :  2

Pedoman Penskoran
No.
Kunci Jawaban
Skor
1.
        =  jeruk
        :    5    = 2, berarti         =  5  x  2  =  10
a.             +         =  10 + 10 = 20     
b.      5  +        = 5 + 10 = 15                     
c.             -  4  = 10 – 4 = 6              
d.      2  x         = 2 x 10 = 20           
e.       50  :         = 50 : 10 = 5
f.       -15  +        = -15  + 10 = -5    
g.           -  (-12) = 10 – (-12) = 22
h.            +  (-10) = 10 + (-10) = 0
i.               x          = 10 x 10 = 100
j.               :  2  = 10 : 2 = 5



1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Skor Maksimum
10
                  
Ø  Latihan (Tugas mandiri)
1.   Urutkan bilangan-bilangan berikut dari yang nilainya terkecil.
                                      i.      -1, -3, -2, -5, -4
                                    ii.      -5, 0, 10, 5, -10
                                  iii.      2, -4, 0, 6, -6, -2, 4

2.   Jika m = -6, n = 8, p = -4, tentukan hasil operasi berikut.
a.       (m – n) + (p – m)
b.      (p + n) – (m + p)

3.      Tentukan nilai p dengan menggunakan sifat–sifat operasi pada bilangan bulat.
a.       p × 6 = 89 × (–18 + 18)
b.      (–4 × 62) × p = (–4 × 62)
c.       6 × (21 – 7) = (6 × 21) – (5 × p)
d.      –8 × –9 = (–8 × 12) + (p × –8)
e.       p + 6 = -25 – (-1)

à Pertemuan kedua:
Instrumen Tes
Ø  KUIS  (Waktu: maksimal 10 menit)
Petunjuk:
1.      Kerjakan soal berikut secara individu, tidak boleh menyontek dan tidak boleh bekerjasama.
2.      Jawablah soal berikut dengan benar
Soal:
a.       Tentukan FPB dan KPK dari 16 dan 18!
b.      Tentukan FPB dan KPK dari 15, 24, dan 32!
Kunci Jawaban
No.
Kunci Jawaban
Skor
1.
a.       16 = 2 × 2 × 2 × 2 = 24
18 = 2 × 3 × 3 = 2 × 32
FPB dari 16 dan 18 adalah 21 = 2
KPK dari 16 dan 18 adalah 24 × 32 = 144

b.      14 = 2 × 7
24 = 2 × 2 × 2 × 3 = 23 × 3
32 = 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 25
FPB dari 14, 24, dan 32 adalah 2
KPK dari 14, 24, dan 32 adalah 25 × 3 × 7 = 32 × 3 × 7 = 672
1
1
1
1

1
1
1
1
1

Skor Maksimum
9





Ø  Latihan (tugas mandiri)
Tentukanlah FPB dan KPK dari bilangan bilangan berikut!
1.      15, 20 dan 25                   6. 20, 25 dan 40
2.      12, 15 dan 20                   7. 15, 30 dan 45
3.      12, 14 dan 16                   8. 32, 42 dan 36
4.      18, 24 dan 32                   9. 24, 30 dan 60
5.      24, 32 dan 36                   10.15, 30 dan 45                    

à Pertemuan ketiga
Ø  Kuis
Ø  Latihan (tugas mandiri)
1.      Tentukan nilai dari (13 + 23 + 43 +...+103)=...........
2.      Tentukanlah ketiga suku berikutnya dan tulislah aturan dari masing-masing pola bilangan berikut !
a.       2, 4, 6, 8, 10, . . .
b.      6, 18, 54, 162, . . .
c.       8, 16, 24, 32, . . .
d.      1, 5, 25, 125, . . .

à Pertemuan keempat
Ø  Kuis
Ø  Latihan (tugas mandiri)
1.      Andi mempunyai 27 kelereng. Sebanyak  dari kelereng itu diberikannya kepada Rudi. Berapa banyak kelereng yang diberikan kepada Rudi? Berapa sisa kelereng pada Andi?
2.      Suprapto melakukan perjalanan mudik dari kota Semarang ke kota Yogyakarta. Di perjalanan pengendara tersebut mengisi bensin tiga kali,yaitu liter, liter, dan   terakhir liter. Berapa liter jumlah total bensin yang telah diisi oleh pengendara tersebut?

à Pertemuan kelima
Ø  Kuis
Ø  Latihan (tugas mandiri)
Selesaikan soal-soal berikut ini !
1.     

2.     

3.     

4.     

5.     


à Pertemuan keenam
Ø  Kuis
Ø  Latihan (tugas mandiri)
Selesaikan soal-soal berikut ini !
1.      0,51 × 1,32 =
2.      1,9612 + 1,4 =
3.      6,012 - 0,14 =
4.      0,96  0,2 =
5.      1,21 + 0,052 + 0,1 =

à Pertemuan ke tujuh
Ø  Kuis
Ø  Latihan (tugas mandiri)
1.      Bentuk persen (%) dari pecahan 0,23 adalah.......
2.      Urutkan bilangan-bilangan pecahan ; 0,47; 28%;   ; 150 o/oo dari yang nilainya terkecil.


Prosedur Penilaian:
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penilaian
Waktu Penilaian
1
Rasa ingin tahu
Pengamatan
Kegiatan inti
2
Tanggungjawab dalam kelompok
Pengamatan
Kegiatan inti
3
Pengetahuan dan keterampilan matematika
Kuis
Kegiatan penutup
Portofolio Hasil Latihan-2
Kegiatan penutup



LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN SIKAP
Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah rasa ingin tahu dan tanggung jawab dalam kelompok.
Indikator perkembangan sikap INGIN TAHU
1.      Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk mencoba atau bertanya atau acuh tak acuh (tidak mau tahu) dalam proses pembelajaran
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada  usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten 
3.      Sangat baikjika menunjukkan adanya  usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten
    
     Indikator perkembangan sikap TANGGUNGJAWAB (dalam kelompok)
1.      Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam melaksanakan tugas kelompok
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada  usaha ambil bagian dalam melaksanakan tugas-tugas kelompok  tetapi belum ajeg/konsisten
3.      Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian  dalam menyelesaikan tugas kelompok  secara terus menerus dan ajeg/konsisten
Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
NO
Nama
Rasa ingin tahu
Tanggungjawab
SB
B
KB
SB
B
KB
1







2







3































...







32







SB = sangat baik        B = baik        KB = kurang baik   





Ainal Mardiah

Spread the love